Liquefied Natural Gas (LNG) adalah gas alam yang didinginkan hingga sekitar -162°C sampai berubah menjadi cair. Dalam wujud cair, volumenya menyusut hingga sekitar 1/600 dari volume gasnya. Karena itu LNG jauh lebih efisien untuk disimpan dan dikirim lintas pulau maupun lintas negara. Namun sebaik apa pun insulasi tangki penyimpanannya, panas dari lingkungan tetap akan masuk sedikit demi sedikit.
Panas yang masuk inilah yang membuat sebagian LNG menguap kembali menjadi gas. Uap ini disebut boil-off gas (BOG). Jika tidak dikelola, BOG akan terus menaikkan tekanan di dalam tangki. Di sinilah kompresor BOG berperan penting: menjaga tekanan tetap aman sekaligus mengubah gas yang "hilang" menjadi sesuatu yang bernilai.
Boil-off gas adalah gas alam, sebagian besar metana, yang terbentuk ketika LNG menguap akibat tambahan energi panas. Fenomena ini tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, hanya bisa diminimalkan dan dikendalikan. Karena itu setiap fasilitas LNG, mulai dari kilang, terminal penerima, Floating Storage Regasification Unit (FSRU), hingga kapal pengangkut LNG, selalu dirancang lengkap dengan sistem penanganan BOG.
Besarnya BOG biasanya dinyatakan sebagai boil-off rate, yaitu persentase volume LNG yang menguap per hari. Nilainya bergantung pada kualitas insulasi, ukuran tangki, dan kondisi operasi.
Keselamatan. Tangki LNG punya batas tekanan desain. Penumpukan BOG tanpa pengendalian memaksa katup pengaman membuang gas ke flare atau atmosfer.
Nilai ekonomi. BOG adalah gas alam yang sama bernilainya dengan produk. Membakarnya di flare berarti membuang energi dan uang.
Emisi. Metana adalah gas rumah kaca yang kuat. Regulasi emisi yang makin ketat mendorong operator memanfaatkan BOG, bukan membuangnya.
Setelah BOG dikumpulkan dari tangki, ada beberapa jalur pemanfaatannya:
Hampir semua jalur di atas punya satu kesamaan: BOG harus dinaikkan tekanannya terlebih dahulu. Karena itulah kompresor menjadi jantung sistem penanganan BOG.
Secara prinsip, kompresor BOG menghisap uap bertekanan rendah dari ruang uap tangki, lalu memampatkannya hingga tekanan yang dibutuhkan proses berikutnya. Sistem kontrol kemudian mengatur kapasitas kompresor agar tekanan tangki tetap stabil, karena jumlah BOG berubah-ubah sepanjang hari, apalagi saat proses loading.
|
Jenis Kompresor |
Karakteristik |
Contoh Aplikasi |
|
Reciprocating (piston) |
Mampu mencapai tekanan tinggi, cocok untuk laju alir kecil hingga menengah |
Fuel gas bertekanan tinggi untuk mesin kapal, send-out ke pipa |
|
Centrifugal |
Kapasitas aliran sangat besar dengan operasi kontinu |
Terminal LNG skala besar, kapal LNG |
|
Rotary screw (oil-injected) |
Aliran kontinu, rentang kapasitas fleksibel, perawatan relatif sederhana |
Fuel gas, terminal skala kecil-menengah, pemulihan uap (vapour recovery) |
Kompresor screw menggunakan dua rotor berulir, yaitu male rotor dan female rotor, yang berputar saling mengunci. Prosesnya berlangsung dalam tiga tahap:
Pada tipe oil-injected, oli disuntikkan ke ruang kompresi untuk mendinginkan gas, merapatkan celah antar rotor, dan melumasi bantalan. Oli kemudian dipisahkan kembali dari gas melalui oil separator bertingkat agar gas yang dikirim tetap bersih. Kapasitas dapat diatur dengan slide valve atau variable speed drive (VSD) sehingga kompresor bisa mengikuti fluktuasi jumlah BOG.
Ingersoll Rand, melalui divisi Engineered Project Solutions, menyediakan paket screw gas compressor yang dirancang sesuai spesifikasi proyek. Aplikasinya mencakup LNG boil-off gas, vapour recovery, flare gas capture, dan fuel gas conditioning.
Boil-off gas adalah konsekuensi alami dari penyimpanan LNG yang tidak bisa dihindari, tetapi bisa dikendalikan. Dengan kompresor BOG yang tepat, operator dapat menjaga tekanan tangki tetap aman, mengurangi flaring dan emisi metana, sekaligus memanfaatkan kembali gas yang bernilai sebagai bahan bakar atau produk.
Sebagai distributor resmi Ingersoll Rand di Indonesia, FMM siap membantu Anda meninjau kebutuhan penanganan BOG di fasilitas Anda dan merekomendasikan konfigurasi gas compressor yang sesuai dengan kondisi operasi, standar keselamatan, dan target efisiensi proyek.
